Cici Si Pembohong

     Di sebuah hutan tinggallah para kaum hewan yang dipimpin oleh sang raja mereka yaitu Si Singa.
     Ada sebuah keluarga kelinci yaitu ibu kelinci dan anak-anaknya yang bernama Cici, Caca, dan Ciko.
     Pada siang hari ibu kelinci menyuruh anak-anaknya pergi mencari wortel di kebun mereka.
     "Anak-anak kalian bantu ibu ya, ibu sedang repot. Tolong carikan wotel di kebun kita." Perintah ibu kelinci kepada anak-anaknya sambil memberikan beberapa keranjang.
     "Baik bu...." Kata anak-anak.
     "Ahh... aku sebel sama ibu. Lagi enak-enak nonton TV eh, disuruh membantu ibu, menyebalkan!" Gerutu Cici Si kelinci.
     Sesampainya di kebun para anak-anak kelinci mulai mencari wortel kecuali Si Cici.
     "Adik-adik, kalian cari wortel yang banyak ya, aku mau tidur dulu. Awas kalau melapor pada ibu!" Perintah Cici kepada adik-adiknya.
     "Baikk kaa..." Jawab adik-adik Cici dengan rasa takut dan pasrah. Si Cici pun tertidur pulas di bawah pohon rindang, hingga adik-adiknya selesai mencari wortel.
     "Sini bagi wortelnya." Bentak Si Cici.
     Sesampainya di rumah, anak-anak kelinci segera menyerahkan wortel kepada ibu kelinci.
     "Waahh... terimakasih anak-anak kalian sudah membantu ibu. Ibu akan segera memasak untuk kalian. " Kata ibu kelinci berterimakasih.
     Pada sore hari yang cerah anak-anak kelinci bermain bersama para anak hewan lainnya.
     "Teman-teman, ayo kita bermain petak umpet." Kata Ciko Si kelinci.
     "Hom Pim Pa Alaium Gambrengg.. Cici jaga!" Jawab para anak hewan serempak. Akhirnya Cici berjaga di bawah pohon lalu berhitung dan melakukan kecurangan yaitu mengintip. Alhasil dengan sangat mudahnya Cici menemukan teman-temannya. Kemudian mereka mulai melakukan hom pim pa lagi.
     "Nah Cici jaga lagi!" teriak anak-anak
     "Aku tidak mau ah, tadi kan aku sudah berjaga. Masa harus aku lagi?" Jawab Cici menolak. Akhirnya mereka semua memutuskan untuk melakukan Hom Pim Pah lagi. Dan sekarang yang akan jaga adalah Caca. Saat Caca sibuk mencari tempat bersembunyi teman-teman Caca memutuskan pergi meninggalkan Cici.
     "Teman-teman Cici sudah berbohong pada kita ia mengintip saat jaga. Ayo kita tinggalkan saja dia da pulang ke rumah masing-masing."
     Mereka akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Sementara Cici masih sibuk bersembunyi.
     Malam pun tiba, ibu kelinci baru pulang menghadiri acara di rumah Sang raja hutan Di Singa.
     "Loh, anak-anak dimana Cici? Tadikan ia bermain bersama kalian." Tanya ibu Cici.
      "Iya Bu, tadi Cici kami tinggal di pinggir hutan. Karena tadi saat bermain Cici melakukan kecurangan pada kami." Kata anak kelinci. Ibu kelinci mulai panik dan mengajak adik-adik Cici untuk mencari Cici.
     Disana Cici sedang menangis ketakutan "Ibu... tolong aku Bu.. aku takut...." Tangis Cici ketakutan. Tak lama kemudian Ibu Cici dan adik-adik Cici sampai di pinggir hutan.
     "Cici... kamu tidak apa-apa nak?" Tanya Ibu Cici sambil memeluk erat Cici.
     "Iya Bu... aku tidak apa-apa." Jawab Cici.
     "Adik-adik maafkan aku ya." Kata Cici meminta maaf.
     " Iya ka, maafkan kita juga ya." Kata adik-adik Cici.
     "Cici berjanji tidak akan bohong lagi." Kata Cici berjanji.
     Kemudian mereka pulang kerumah dan Cici berjanji tidak akan bohong dan melakukan kecurangan lagi. Karena Cici tahu bahwa masih ada Yang Maha Esa melihat semua yang kita perbuat.
   
 

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Mantoell :) (kalilameldiana.blogspot.com)

    BalasHapus
  3. Ceritanya menarik dan bermanfaat

    BalasHapus
  4. Bagus. Tokohnya sedikit jadi mudah dihafal

    BalasHapus
  5. EAAA, PAKE CERITA ITUUUUUU, ngomong2 Dah bagus lif(dian)

    BalasHapus

Posting Komentar